PEMBOBOLAN (KEJAHATAN, PENIPUAN, dll) TERHADAP ATM Part 1

pembobolan ATMBeberapa tahun Belakangan ini lagi rame banget tentang pembobolan ATM, kejadiannya tentang kejadian SKIMMING KARTU ATM di Bali dan Jakarta, yang kabarnya ampe tanggal 22 Jan 10 2012 kerugiannya mencapai hampir 5 M..Mengingat saya pernah bekerja di sebuah Bank Plat Merah, dengan pengalaman 3 tahun di bagian ATM yang kebetulan saya sebagai engineer mesin ATM… yah gw cuma mo share tentang apa yang gw tau tentang pembobolan ATM ini, sukur-sukur berguna…

Well, let’s get started..

Kejahatan ATM menurut gw bisa dibagi 3 besaran.. sekali lagi.. … (karena panjang, tulisannya saya bagi beberapa part.. kaya sinetron aja)

KEJAHATAN ATM # 1

PENIPUAN di ATM. Kasus-kasus dengan modus-modus penipuan ATM ini mengincar kelemahan dari sisi nasabah bank, dan tidak membutuhkan bantuan dari oknum petugas bank. Biasanya bila korban kasus dengan modus penipuan ATM ini meminta pertanggungjawaban pihak bank, hasilnya bakal nol besar. Mungkin beda hasilnya kalo yang jadi korban punya kuasa menekan Dirut bank-nya (anak komisaris ato apa lah), pasti uangnya diganti.. hehe. Modus dari penipuan di ATM ini diantaranya adalah:

#1. Card Trapping

card tappingModusnya seperti ini, pelaku menyumbat mulut reader ATM (tempat memasukkan kartu) dengan tujuan tentu saja agar kartu ATM korban tersangkut dan tidak bisa keluar (DUH), alat penyumbatnya sangat murah, yaitu dengan batang korek api, kalau di luar negeri, alatnya dengan plastik film, dan terdapat potongan miring (cut-out) sedemikian rupa sehingga ketika kartu mau keluar, tersangkut oleh cut-out tersebut.

Langkah selanjutnya dari pelaku penipuan ATM dengan modus Card Trapping ini adalah, ketika korban kebingungan karena kartunya tidak bisa keluar, pelaku akan masuk ke ruang ATM dan mengatakan bahwa kartu ATM tersebut tertelan, kemudian dia akan menawarkan bantuan untuk menelepon “Call Center” palsu –  dengan menggunakan HP miliknya, yang tentunya tersambung ke kawanannya sendiri, dan selebihnya Anda sudah bisa menebaknya sendiri. PIN diberikan dan uang pun melayang

Biasanya modus ini diikuti dengan penempelan stiker Call Center Palsu dari ATM Bank bersangkutan, yang dipasang sebelum pelaku melakukan aksi tersebut di atas.

Ada beberapa korban yang mengaku tidak pernah memberikan PIN, percayalah, sadar atau tidak, BIASANYA mereka memberikannya, ada kejadian yang lumayan lucu, ini saya dengar dari cerita teman saya, salah satu korban datang ke Bank mengaku menjadi korban penipuan dan meminta uangnya kembali. Si Ibu ini menyatakan bahwa penipuan ini merupakan hasil kerja orang dalam Bank, karena beliau mengaku tidak pernah memberikan PINnya kepada orang lain, dia mengalami ATM yang tertelan dan menelepon (disambungkan oleh orang lain) ke sebuah Call Center, dan bersikeras bahwa pada saat itu tidak pernah memberikan PINnya. Dia mengatakan bahwa dia tahu bahwa PIN adalah rahasia, oleh karena itu dia menyimpulkan bahwa pelaku pasti bekerja sama dengan orang dalam bank.

Selidik punya selidik, ditanya kronologis kejadian ketika berbicara dengan petugas Call Center tersebut. Ternyata perkataannya benar, ketika ditanya PIN, dia merasa curiga dan tidak mau memberikan PINnya… kemudian, petugas Call Center Palsu tersebut, menanyakan “Baik bu, kalau begitu, bisa tolong diberikan nomor PASSWORD-nya?”,  lalu si ibu bilang“Saya tahu kalau nomor PIN itu rahasia, tapi kan dia nanya PASSWORD, PASSWORD kan tidak rahasia, jadi saya kasih”… dung.. dung…

Tahu tidak, modus ini dengan menggunakan korek api ini kabarnya hanya ada di Indonesia, di luar negeri menggunakan plastik film (dikenal dengan “LEBANESE LOOP”), karena pernah ditanyakan ke vendor2 ATM yang sempat bingung untuk mengatasi hal ini, karena mereka punya alat untuk mencegah Lebanese Loop, tapi tidak untuk batang korek api.

card tapping-2Oh, ya.. sebenarnya ada satu alat lagi untuk membuat batang korek tersebut dapat sukses nyangkut di READER ATM (kalau diliat dari luar, READER ATM berbentuk mulut tempat memasukkan kartu, dan bentuknya cukup besar), tapi mungkin saya kira tidak perlu ditulis, barangkali dianggap menyebarkan ide untuk penipuan di ATM…

Normalnya, batang korek api gak bisa dimasukkin di READER ATM, karena READER ATM dapat menarik kartu ke dalam secara kuat, jadi, kalau kartu dimasukkin dan nyangkut, biasanya ditarik lagi kedalam mesin.

jebakan card trappingSo, modus ini sangat murah biayanya, sangat mengikuti teori ekonomi “mendapatkan keuntungan sebesar2nya, dengan biaya sekecil2nya”, hanya batang korek, stiker, dan pulsa HP untuk menelepon, dan dapat dilakukan minimal 2 orang.

#2. Modus kedua yang saya golongkan ke dalam PENIPUAN di ATM adalah modus SMS berhadiah…

penipuan smsKalo yang ini sepertinya udah oldies banget modusnya, tapi masih sering dilakukan, mungkin kalau di kota2 besar kayak Jakarta, Bandung, Medan udah kebal sama modus ginian.

Salah satu modusnya adalah pelaku dengan modal kartu telepon seluler prepaid, kemudian menyebarkan SMS kepada korban-korban (cara cari nomor HP korban sangat gampang, cukup sering-sering jalan-jalan ke pusat HP, biasanya banyak nomor2 telepon yang digantung-gantung, dan terlihat nomor mana yang sudah dibeli). Korban diiming-imingi hadiah (mengatasnamakan perusahaan besar tentu saja) dan korban diminta untuk menghubungi sebuah nomor (nomor pelaku tentu saja).

Dan dari situ, korban akan digiring untuk segera ke ATM untuk mengecek penambahan saldo di rekeningnya atau korban diminta untuk membayar uang pajak hadiah, biasanya yang terjadi adalah salah satu dari ini: korban mentransfer ke rekening pelaku, atau korban mendaftarkan nomor HP milik pelaku di fasilitas e-banking.

Well, selalu saja, modal kecil, hasil besar… kalaupun cuma dapat ratusan ribu, masih balik modal.

#3. Modus ketiga yang saya golongkan ke dalam PENIPUAN di ATM adalah modus menabrak orang.

Aneh kan?? Yep, hal ini pernah terjadi di Jawa Tengah, dimana korban yang baru saja menarik uang, ditabrak oleh orang yang mengantri dibelakangnya (yang sebelumnya mengintip PIN – atau ada komplotannya yang mondar-mandir disitu).

Akibat tabrakan tersebut, barang-barang korban terjatuh, mungkin termasuk uang dan kartu ATM-nya, sehingga muncul kesempatan pelaku MENUKAR kartu ATM korban dengan kartu ATM lain yang telah disiapkan sebelumnya. The rest.. is history..

Ini mungkin modus yang paling murah, tapi resikonya paling cepat ketahuan.

#4 Modus keempat adalah HIPNOTIS.

gendamIni yang paling tidak bisa saya komentari, paling susah dibuktikan dan saya juga takut kalo kena yang ini sih..

Berhubung saya tidak mengerti logikanya, jadi tidak ada yang bisa saya share tentang bagaimana mengatasi atau cara kerja modus hipnotis ini.

Yang bisa saya share adalah pengalaman saya ngobrol dengan orang yang pernah mengalaminya, meskipun bukan terjadi di ATM. Pada saat itu saya masih bertugas di cabang di Jawa Tengah. Sang korban (wanita) bercerita pengalamannya ketika dihipnotis, dia berada di dekat cabang, dan ditepuk (entah ditepuk atau ditempel atau apa) oleh seseorang, otomatis sang korban melihat ke arah mata pelaku, dan depositonya (nilainya mencapai ratusan jeti) pun lenyap.

Yang membuat hal ini cukup mencengangkan adalah fakta (berdasarkan pengakuannya) adalah bilyet deposito tersebut disimpan di rumah, yang berarti bahwa korban dan pelaku sama2 ke rumah korban untuk mengambil bilyet tersebut. Hal lainnya yang membuat heran adalah ketika pencairan deposito tersebut (pada saat itu deposito tersebut belum jatuh tempo), yang dicairkan di cabang saya bekerja (yang melayani si korban adalah rekan saya), rekan saya mencoba menahan untuk tidak dicairkan dulu (katanya “sayang bu, nanti kena pinalti”, dan dijawab “gak apa-apa, lagi butuh uang”) yang berarti pada saat itu si korban masih bisa merespon, dan rekan saya pun tidak melihat sesuatu yang tidak wajar. Dan fakta ketiga, menurut si korban adalah si pelaku tidak menemani, tapi menunggu diluar gedung cabang!! Hebat juga ya efek hipnotis ini.

Si ibu bercerita sambil menyesal, dan berkata bahwa seharusnya dia lebih waspada mengingat profesinya menuntut agar dia waspada dan bahkan menuntut untuk mencegah kejahatan… profesi sang Korban… POLWAN… weleh.. weleh

Next chapter.. Perusakan ATM (Vandalisme) apa saja modusnya dan bagaimana cara kerjanya. ikuti terus yaaa

PT. Cakra Pancasona Utama

Wibawa Mukti 2. Jl H. Abih No 131 Jati Asih Bekasi,  Jawa Barat 17425

Telp: 021-46321199 fax: 021-70406488

Email: marketing@cakrapancasona.com

http://www.cakrapancasona.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s